01 November 2014

CARA MENGATUR KEUANGAN UNTUK SI LAJANG


Menjadi lajang bukan berarti Anda bebas mengunakan uang Anda untuk belanja dan bersenang-senang. Wanita lajang pun perlu tahu cara mengatur keuangan yang baik.

Berusia muda, berpenghasilan, dan lajang menjadi masa yang paling menyenangkan. Dunia serasa milik sendiri karena Anda memiliki kebebasan dalam menggunakan uang Anda. Akan tetapi jangan sampai masa muda lewat begitu saja tanpa ada yang “disimpan” untuk masa tua nanti.

Menurut pengusaha sukses Warren Buffet dalam profit.ndtv.com (5/4/2014), masa paling baik untuk perencanaan keuangan jangka panjang dilakukan sejak masih muda.

“Seseorang bisa duduk di tempat teduh hari ini karena ada yang menanam pohon itu sejak lama,” ujarnya. Artinya, mendapatkan masa depan yang cerah tidak dapat dilakukan secara instan, Anda perlu menabung sejak muda. Selain itu, Anda perlu memikirkan rencana keuangan untuk masa depan seperti dana pensiun, dana darurat, atau bahkan investasi.

Berikut adalah tips cara mengatur keuangan untuk si lajang:

Bagi Pos Pengeluaran
Cara paling mudah untuk mengatur keuangan, dijelaskan Perencana Keuangan Zap Finance Prita Ghozie yang dilansir femina.co.id (28/9/2014) adalah dengan membagi-bagi pos pengeluaran. Sebaiknya setiap orang memang memiliki 3 rekening, yaitu rekening gaji atau penghasilan, rekening operasional, dan rekening tabungan.

Rekening operasional berisi anggaran untuk belanja bulanan, makan, membayar premi asuransi, dan semua yang sifatnya pengeluaran rutin. Kemudian rekening gaji bisa untuk menyimpan dana pensiun. Anda bisa juga menggunakan produk dana pensiun dari asuransi. Jumlah dana pensiun tergantung berapa pendapatan Anda dan berapa dana pensiun yang Anda harapkan.

Gaya Hidup
Jangan salah mengartikan gaya hidup dengan biaya hidup. Sekali-kali hang outbersama kawan atau kekasih, tidak masalah. Sekali-kali membeli barang mewah pun tak masalah. Tetapi jangan sampai besar pasak daripada tiang alias lebih besar pengeluaran dibanding pendapatan.

Seperti nasihat Buffet, “Jika Anda membeli hal-hal yang tidak perlu, kelak Anda akan menjual sesuatu yang Anda butuhkan.”

Tabungan
Cara mengatur keuangan yang baik tidak terlepas dari menabung. Idealnya besar tabungan, menurut Prita adalah 30% dari pendapatan. Tapi bila Anda belum terbiasa menabung, boleh dimulai dari 10% dan Anda bisa menambahnya secara bertahap.

Kebiasaan Berutang
Menurut Buffet, Anda tidak akan menjadi kaya dengan hidup dari uang pinjaman. Mulailah berpikir berhutang bukanlah pilihan. Jika benar-benar butuh, Anda harus objektif dalam merencanakan pinjaman; berapa pertumbuhan pendapatan Anda, sumber pendapatan, aset yang dijaminkan, tingkat inflasi, tujuan dan risikonya.

Mau Naik Taksi di Jakarta? Ini Tips Yang Harus Diperhatikan



Taksi adalah angkutan umum kerap menjadi pilihan travelers untuk bepergian. Dibandingkan alat transportasi umum lainnya, bisa dibilang taksi adalah yang paling nyaman ditumpangi, khususnya di Jakarta.
Sayangnya, meski berlabel sebagai angkutan umum “kelas atas” tidak semua armada taksi bisa dipercaya. Travelers pasti pernah dengar sejumlah kejadian tidak mengenakkan seperti perampokan atau tindakan asusila terjadi di dalam taksi kan?
Kalau sudah begini, tinggal kamu, terutama kaum hawa, yang harus pintar-pintar memilih taksi. Berikut ini PegiPegi berbagi tips memilih atau naik taksi di Jakarta:
  • Usahakan memesan taksi menggunakan mobile reservation atau telepon karena dengan begini taksi yang kamu pesan mudah dilacak
  • Di beberapa tempat, biasanya tersedia pool khusus taksi dan ada petugas yang mencatat tujuan penumpang dan nomor taksi. Ini bisa menjadi alternatif yang lebih baik dibandingkan menghentikan taksi di pinggir jalan.
  • Tapi bagaimana jika kamu terpaksa harus menghentikan taksi di pinggir jalan karena keperluan yang mendesak? Pastikan kamu memilih taksi yang legal dan berlisensi, dan dari armada yang sudah dikenal reputasinya. Jangan terkecoh warna taksi yang serupa.
  • Selalu catat nomor taksi dan nama pengemudi. Lalu, cocokkan foto dengan muka pengemudi untuk menghindari supir tembak. Jangan lupa juga beritahukan nomor taksi dan nama pengemudi ini kepada orang dekat kamu, sebagai antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
  • Pastikan taksi yang kamu tumpangi menggunakan argo. Selain lebih terpercaya, ini juga untuk menghindari kamu dikenai biaya tinggi.
  • Bagi kaum wanita, hindari mengenakan pakaian yang terlalu terbuka dan perhiasan berlebih.
  • Tanyakan dengan tegas apakah supir taksi kamu tahu pasti tempat yang kamu tuju. Jika supir tidak tahu atau tidak yakin, lebih baik cari taksi lain untuk memperkecil kemungkinan tersasar. Begitupun kamu kalau belum tahu pasti jalur dan tujuan, siapkan selalu aplikasi peta di ponsel kamu untuk petunjuk arah.
  • Perhatikan gerak-gerik supir yang mengemudi. Jika penampilannya terlihat mencurigakan atau seperti tidak fokus ke jalan, segera minta berhenti di tempat yang ramai.
  • Selalu pegang ponsel untuk keadaan darurat.
  • Fokus pada perjalanan, ini untuk memperkecil kemungkinan kamu dibawa berputar-putar di daerah tak dikenal oleh si pengemudi.
  • Jika tidak tahan kantuk dan ingin tidur, pasang alarm di ponsel kamu agar tidak kebablasan tidur.
  • Jika pengemudi tampak lelah atau mengantuk, lebih baik tanyakan langsung, atau segera berganti taksi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
  • Selain waspada terhadap taksi yang kamu tumpangi, waspada juga terhadap sekeliling. Pastikan pintu sudah terkunci sehingga tidak ada orang luar yang tiba-tiba membuka pintu dari luar.
Nah, itu sedikit tips naik taksi di Jakarta dari Eddya Group. Semoga bermanfaat ya, travelers!

Sumber : pegipegi.com